(Studi kasus di MI Mutiara Hati Kec. Leuwigoong Garut)
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Ujian Akhir Semester Ganjil Program
Pendidikan Agama Islam
Disusun Oleh :
Farisi Helmi
Sugara
NPM : 13210024
NIRM :
009.14.4061.13
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-MUSADDADIYAH
GARUT
Jl.
Mayor Syamsu No. 2 Tlp. (0262)232334 Fax. (0262) 242017
Tahun
2016
URGENSI
MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH TERHADAP PENGELOLAAN MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
(Studi kasus di MI Mutiara Hati Kec. Leuwigoong Garut)
Oleh :
Farisi Helmi
Sugara
NPM : 13210024
Dosen Penguji,
Tanggal………………………..
………………………………….
A.
Latar Belakang Masalah
Bertolak dari asumsi bahwa “life is education and education is
life” dalam arti pendidikan sebagai persoalan hidup dan kehidupan maka
diskursus seputar pendidikan merupakan salah satu topik yang selalu menarik.
Setidaknya ada dua alasan yang dapat diidentifikasi sehingga pendidikan tetap
up to date untuk dikaji. Pertama, kebutuhan akan pendidikan memang pada
hakikatnya krusial karena bertautan langsung dengan ranah hidup dan kehidupan
manusia. Membincangkan pendidikan berarti berbicara kebutuhan primer manusia.
Kedua, pendidikan juga merupakan wahana strategis bagi upaya perbaikan mutu
kehidupan manusia, yang ditandai dengan meningkatnya level kesejahteraan,
menurunnya derajat kemiskinan dan terbukanya berbagai alternatif opsi dan peluang
mengaktualisasikan diri di masa depan.
Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai
pendorong individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua
lini kehidupan. Di samping itu, pendidikan dapat menjadi determinan penting
bagi proses transformasi personal maupun sosial. Dan sesungguhnya inilah
idealisme pendidikan yang mensyaratkan adanya pemberdayaan.
Namun dalam tataran ideal, pergeseran paradigma yang awalnya
memandang lembaga pendidikan sebagai lembaga sosial, kini dipandang sebagai
suatu lahan bisnis basah yang mengindikasikan perlunya perubahan pengelolaan.
Perubahan pengelolaan tersebut harus seirama dengan tuntutan zaman.
Situasi, kondisi dan tuntutan pasca booming-nya era reformasi
membawa konsekuensi kepada pengelola manajemen pendidikan agama islam untuk melihat
kebutuhan kehidupan di masa depan. Maka merupakan hal yang logis ketika
pengelola manajemen pendidikan agama islam mengambil langkah antisipatif untuk
mempersiapkan diri bertahan pada zamannya. Mempertahankan diri dengan tetap
mengacu pada pembenahan total mutu pendidikan berkaitan erat dengan manajemen
pendidikan agama islam adalah sebuah keniscayaan.
B.
Perumusan Masalah
1.
Apa
saja urgensi manajemen berbasis madrasah ?
2.
Bagaimana
pengelolaan manajemen pendidikan agama islam ?
3.
Bagaimanakah
korelasi manajemen berbasis madrasah terhadap pengelolaan manajemen pendidikan
agama islam ?
C.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk
mengetahui urgensi manajemen berbasis madrasah ?
2.
Untuk
mengetahui pengelolaan manajemen pendidikan agama islam ?
3.
Untuk
mengetahui korelasi manajemen berbasis madrasah terhadap pengelolaan manajemen
pendidikan agama islam
D.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat
teoritis :
a.
Supaya
dengan penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman
terhadap pengelolaan manajemen pendidikan agama islam bagi kedepannya nanti.
2.
Manfaat
praktis :
a.
Supaya dengan penelitian ini dapat
diaplikasikan dalam kehidupan kita khususnya dalam dunia pengelolaan manajemen
pendidikan agama islam kedepannya.
E.
Kerangka Pemikiran
Manajemen
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu bidang studi yang mendapatkan
banyak perhatian dari para ilmuan pendidikan agama islam. Pengelolaan manajemen
pendidikan agama islam sangat penting untuk dikaji dan dikembangkan berdasarkan
keputusan sisdiknas bahwasannya peerinta telah memberikan hak desenrarlisasi
kepada otonomi daerah agar pengelolaan manajemen pendidikan agama islam lebih
efektif, efesien, kreatif, inovatif, berkembang dan fleksibel dalam kemajuannya
dengan system manajemen berbasis madrasah (MBM) yang diharapkannya.
Bagan Kerangka Berfikir
Urgensi Manajemen Berbasis Madrasah Terhadap
Pengelolaan Manajemen Pendidikan Agama Islam
Urgensi
|
|
Variabel X
Manajemen
Berbasis Madrasah
|
Variabel Y
Pengelolaan Manajemen Pendidikan Agama Islam
|
a.
Aspek fungsi
b.
Aspek prinsif
c.
Aspek tujuan
d.
Aspek karaketristik
e.
Aspek ruang lingkup
|
a.
Memperbaiki system tata kelola
b.
peningkatan kinerja pendidikan
c.
peningkatan mutu
d.
efisiensi manajemen PAI
e.
efisiensi keuangan
|
F.
Sistematika Penulisan
Dalam
proses penyusunan skripsi perlu adanya sistematika penulisan skripsi yang menjadi standar/patokan dari institusi
pada Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Musaddadiyah Garut maka, disini penulis
rangkumkan sistematika penulisan skripsinya sebagai berikut :
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Sistematika Penelitian
G. BAB II TINJAUAN
PUSTAKA
A. Tinjauan Teori (
Berisi teori yang Disesuaikan dg. Variable penelitian)
B. Kerangka Teori
C. Hipotesis /
Pertanyaan Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain / Rancangan
Penelitian
B. Lokasi Penelitian
C. Populasi, Sample dan
Teknik Sampling
D. Variable Penelitian
E. Definisi Operasional
F. Pengumpulan
Data dan Teknik Analisa Data
G. Keterbatasan
Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
G.
Desain Penelitian
Tahap Konseptual (Merumuskan dan membatasi
masalah, meninjau kepustakaan yang relevan,mendefinisikan kerangka teoritis,
merumuskan hipotesis).Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir, membaca,
membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi, bertukar pendapat, konsul
dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan
penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan
kegiatan menjajaki permasalahan yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan
kemudian peneliti mendefinisikan serta menformulasikan masalah penelitian
tersebut dengan jelas sehingga mudah di mengerti.
Fase Perancangan dan Perencanaan (memilih
rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan
metode untuk mengukur variabel penelitian, merancang rencana sampling,
mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan
membuat revisi). Mendesain model penelitian dan paramater penelitian. Setelah
masalah penelitian diformulasikan maka peneliti mendesain rancangan penelitian,
baik desain model maupun penentuan parameter penelitian, yang akan menuntun
pelaksanaan penelitian mulai awal sampai akhir penelitian.
Mendesain instrumen pengumulan data penelitian.
Agar dapat melakukan pengumpulan data penelitian yag sesuai dengan tujuan
penelitian, maka desain instrumen pengumpulan data menjadi alat perekam data
yang sangat penting di lapangan.
Fase Empirik (pengumpulan data, penyiapan data
untuk analisis). Mengumpulkan data penelitian dari lapangan.
Fase Analitik (analisis data, penafsiran
hasil). Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Data yang dikumpulkan
dari lapangan diolah dan dianalisis untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan, yang
diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis penelitian.
Fase Diseminasi, mendesain laporan hasil
penelitian. Pada tahap akhir, agar hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti
dan diketahui oleh masyarakat luas, maka hasil penelitian tersebut disusun
dalam bentuk laporan hasil penelitian.
Secara sederhana penelitian kuantitatif dapat
digambarkan pada skema berikut :
H. Jadwal Penelitian
NO
|
KEGIATAN
|
MARET
2016
|
APRIL
2016
|
MEI
2016
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1
|
Survey Lapangan
|
||||||||||||
2
|
Pembuatan Proposal
|
||||||||||||
3
|
Seminar Proposal
|
||||||||||||
4
|
Pembuatan Skripsi dan Asistensi
|
||||||||||||
5
|
Sidang Skripsi
|
||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar